Iklan

test

Kamis, 03 Januari 2013

Manfaat Ikan Untuk Ibu Hamil

Wau.....bisa posting lagi nih..... Ada yang punya istri hamil ? atau tetangga sedang hamil. Nah, berikut akan saya cuplikkan sedikit makanan yang bisa dikonsumsi oleh ibu hamil agar tetap sehat dan anak yang dikandungnya juga cerdas. 
Sebuah studi yang di lakukan di Amerika baru-baru ini yang dilaporkan oleh Jurnal Epidemiologi Amerika. Telah  ditemukan bahwa ada hubungan positif antara kebiasaan seorang ibu mengkonsumsi ikan semasa ia hamil dan tingkat kecerdasan otak anak ketika ia sudah berusia tiga tahun.
Studi tersebut membuktikan bahwa seorang ibu yang biasa mengkonsumsi ikan semasa hamil terbukti memiliki anak yang lebih cerdas dan kemampuan motorik yang lebih baik daripada anak yang semasa dalam kandungan ibunya tidak mengkonsumsi ikan.

Seorang ibu yang mengkonsumsi sedikitnya dua porsi ikan per minggunya selama masa kehamilan,terutama ikan laut segar lebih baik. Kalaupun tidak ada maka ikan dalam bentuk kering atau di awetkan juga bermanfaat bagi ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Sehingga sangat  terbukti mampu memberikan keturunan (anak) dengan tingkat kognitif yang lebih baik (cerdas),
Berkemampuan menyerap kosa kata dan menangkap visual dengan lebih baik, memiliki motor visual dan kemampuan motorik yang lebih baik. Penelitian ini memberi sumbangan yang signifikan bagi studi perkembangan otak bayi, karena ternyata perkembangan otak bayi sangat ditentukan pada masa-masa sebelum ia dilahirkan.

Hampir semua neuron kita terbentuk dengan baik pada saat trimester kedua masa kehamilan ibu.
Pada saat itulah proses kritis untuk membangun interkoneksi dengan benar berlangsung. Pikiran, kebiasaan, dan kemampuan kognitif kita, tentu saja merupakan hasil dari proses fungsional otak. Oleh sebab itu, ketidaknormalan pada otak akan menyebabkan ketidaknormalan pada pikiran dan perilaku kita di kemudian hari.

Mengapa ikan berpengaruh?
Karena ikan banyak mengandung Omega 3 sebagai komponen penting dalam pembentukan otak.

Seafood

Dibalik kecemasan akan keamanan pangan laut, para ahli kebidanan di AS justru menyerukan supaya ibu hamil dan ibu menyusui mengonsumsi ikan minimal 340 gram per minggu untuk perkembangan otak bayi.

Rekomendasi yang dikeluarkan oleh koalisi Healty Babies Coalition, yang anggotanya terdiri para ahli pangan dan dokter kebidanan di AS, tersebut sebenarnya bertolak belakang dengan peringatan pemerintah AS yang menyarankan ibu hamil sebaiknya mengonsumsi pangan laut tak lebih dari 340 gram per minggu karena khawatir akan kandungan merkurinya.

Para ahli yang tergabung dalam koalisi tersebut berpendapat ancaman merkuri baru sebatas teori, sedangkan ancaman akan kekurangan asam lemak omega-3 yang dikandung oleh pangan laut lebih berbahaya. Pasalnya, ikan dan hewan laut lainnya merupakan makanan otak. Lemak tak jenuh ini sangat bermanfaat bagi pembentukan otak saat janin maupun menjaga fungsi otak kala bayi sudah dilahirkan.

 "Selama ini tidak ada kasus bayi yang keracunan merkuri karena mengonsumsi ikan," kata Dr Ashley Roman, profesor obstetrics dan ginekologi dari New York University Medical Center.
Ia mengakui memang ada beberapa ikan yang telah dideteksi memiliki kadar merkuri tinggi, namun lebih banyak ikan yang sehat.

Seperti dilaporkan dalam jurnal kesehatan The Lancet, para ahli menyarankan supaya ibu-ibu yang berencana untuk hamil, sedang hamil, atau menyusui, untuk mengonsumsi hasil laut karena telah terbukti baik untuk perkembangan otak bayi. Jadi jika dilihat dari manfaat dan kerugiannya, tentu lebih banyak manfaat yang diperoleh dengan mekonsumsi ikan laut.

Meski begitu sebaiknya kita tetap berhati-hati dalam memilih pangan laut karena seafood yang tercemar tidak dapat dihilangkan polutannya dengan cara dimasak seperti apa pun.
Hindari mengonsumsi ikan mentah, mikroorganisme pada ikan mentah juga dapat beresiko bagi kondisi ibu hamil yang sedang rentan.

Jika Anda masih ragu terhadap kualitas keamanan pangan laut di Indonesia, Kita bisa menggantinya dengan makanan lain yang memiliki kandungan gizi hampir sama, misalnya daging sapi, daging ayam, telur, ikan sarden kemasan, atau ikan dari perairan darat seperti ikan mas, mujair,kakap dan lele.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih buat pembaca, mudah-mudahan apa yang anda baca ada manfaatnya. Dengan senang hati, jika anda berkomentar pada tempat yang disediakan dengan bahasa yang santun..